Turis Terkurung di Toko Oleh-Oleh di Chengdu: Sebuah Insiden Wisata yang Kontroversial
Sebanyak 23 turis terperangkap di dalam sebuah toko oleh-oleh di Chengdu, China, setelah menolak permintaan pemandu wisata untuk berbelanja. Insiden ini terjadi pada November 2025 dan menarik perhatian publik terkait praktik wisata yang tidak etis.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Shawn Tok, seorang peserta tur dan pemenang kompetisi Campus SuperStar 2007, mengungkapkan pengalaman buruk mereka saat dipaksa membeli barang meski telah menghabiskan sekitar 105.000 yuan atau sekitar Rp 246 juta.
Shawn Tok menceritakan bahwa pemandu wisata menunjukkan sikap agresif setelah mereka menolak untuk berbelanja. Dalam upaya mencapai target penjualan, pemandu tersebut menyekap mereka di dalam toko.
Ia menjelaskan bahwa pemandu wisata memiliki target penjualan yang harus dicapai, yang sangat berpengaruh pada komisinya. Jika target tersebut tidak tercapai, pemandu itu dapat menghadapi denda.
Meskipun mereka telah mengeluarkan uang dalam jumlah signifikan, pemandu masih mengklaim kontribusi mereka belum memenuhi jumlah yang ditargetkan. Shawn pun merasa tidak diberikan penjelasan yang memadai mengenai aturan ini dan melakukan pengecekan kontrak perjalanan.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik
Setelah mengalami tekanan yang tidak menyenangkan, Shawn dan rombongan melaporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang. Mereka menyerahkan bukti transaksi serta struk pembelian sebagai dasar laporan.
Otoritas setempat segera merespon laporan tersebut dan melakukan tindakan cepat. Sebagai hasilnya, agen tur tersebut mengembalikan seluruh dana yang telah dikeluarkan peserta selama tur.
Pengalaman ini menjadi perhatian publik dan memicu perdebatan di media sosial terkait praktik wisata yang tidak etis, serta kecurangan yang sering dialami wisatawan.
Insiden ini memberikan dampak pada kesadaran wisatawan dalam memilih agen tur yang terpercaya. Banyak warganet memberikan peringatan agar wisatawan berhati-hati dengan tawaran tur yang terlalu murah.
Salah satu komentar di media sosial merekomendasikan agar wisatawan memilih agen yang memiliki reputasi baik dalam menyelenggarakan tur dan kegiatan wisata. Hal ini penting untuk menghindari pengalaman buruk selama perjalanan.
Dalam respons yang lebih luas, pemerintah China berupaya memperketat penegakan hukum terhadap praktik belanja paksa yang sering menjerat wisatawan. Langkah ini diharapkan bisa memperbaiki citra pariwisata China dan memberikan perlindungan lebih bagi wisatawan.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: