Viralnya Patung Macan Putih di Kediri: Dari Kontroversi Hingga Daya Tarik Wisata
Patung macan putih yang terletak di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial berkat bentuknya yang dianggap mirip zebra dan kuda nil. Popularitas patung ini menarik perhatian banyak pengunjung dari luar daerah, termasuk Surabaya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Pengunjung berbondong-bondong datang untuk mengabadikan momen di depan patung yang kini menjadi simbol kontroversi dan daya tarik wisata tersebut. Keunikan bentuk patung ini tidak hanya viral di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian lebih luas.
Kehadiran patung macan putih ini telah menciptakan fenomena baru dalam dunia media sosial. Banyak orang datang untuk mengambil foto dan membagikannya di platform seperti Instagram, meningkatkan popularitas patung ini di kalangan masyarakat.
Cerita mengenai patung ini menyebar cepat di kalangan netizen, dengan komentar yang beragam terkait bentuknya yang dianggap aneh. Beberapa menyebutnya lucu, sementara yang lain merasa ntidak sesuai dengan harapan, namun semua ini justru menambah daya tarik patung.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple
Banyak pengunjung rela melakukan perjalanan jauh hanya untuk melihat patung tersebut secara langsung. Salah satu pengunjung, Feracrus, mengungkapkan, "Sengaja datang kepengen lihat patung macan putih viral," menunjukkan betapa antusiasnya banyak orang untuk mengunjungi lokasi ini.
Perjalanan menuju desa ini menawarkan keindahan alam yang memukau, membuat kunjungan tidak hanya sekadar untuk melihat patung. Ini menunjukkan bahwa Desa Balongjeruk bisa menjadi destinasi wisata baru yang menarik.
Kepala Desa Balong Jeruk, Safi'i, memiliki pandangan positif tentang viralnya patung ini. Ia menyatakan bahwa patung macan putih tersebut dibangun sebagai ikon desa, terinspirasi oleh legenda lokal yang mengisahkan macan putih sebagai penjaga desa.
Safi'i menegaskan bahwa meskipun patung ini mendapatkan beragam komentar di media sosial, ia memilih untuk fokus pada perhatian positif yang datang. Menurutnya, ini bisa menjadi peluang untuk pengembangan desa di masa mendatang.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: