BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 10:56 WIB

Tantangan dalam Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet

Tantangan dalam Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung SlametTantangan dalam Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet

Evakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki yang meninggal di Gunung Slamet, mengalami berbagai kendala karena cuaca buruk dan medan yang sulit.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik

Tim pencari memulai pencarian setelah Syafiq dinyatakan hilang selama 17 hari di jalur punggungan Gunung Malang.

Kondisi Terkini Evakuasi

Pada Kamis, 15 Januari 2026, proses evakuasi kembali dilanjutkan setelah terhenti sebelumnya. Jenazah Syafiq ditemukan di area Batu Watu Langgar, terbungkus kain hijau dan dalam keadaan yang sangat menyedihkan.

Tim SAR yang terdiri dari berbagai kelompok berusaha mencapai lokasi terpencil meskipun terhalang oleh cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan medan yang curam. Hal ini membuat proses evakuasi semakin menantang.

Anggota Tim Wanadri, yang terlibat langsung dalam pencarian, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi, "Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam dan terjal serta cuaca hujan badai," menjelaskan situasi yang dihadapi tim di lapangan.

Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial

Strategi Evakuasi

Dengan persiapan yang lebih matang, digunakan alat khusus seperti tandu basket untuk menjaga keamanan transportasi jenazah. Tim gabungan pun memutuskan untuk melakukan evakuasi secara estafet dari jalur Pos Dipajaya di Desa Clekatakan.

Jalur ini dipilih untuk mempermudah akses menuju lokasi di mana jenazah ditemukan, diharapkan dapat mengurangi dampak rintangan yang ada. Strategi ini bertujuan untuk memastikan proses evakuasi berjalan seefisien mungkin.

Arie, seorang relawan dari Tim Wanadri, menyatakan, "Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya," menunjukkan optimisme tim dalam menghadapi tantangan yang ada.

Duka Keluarga dan Rencana Pemakaman

Situasi duka menyelimuti keluarga Syafiq di Kelurahan Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, dengan tenda dan kursi plastik disediakan untuk pelayat yang datang setelah kabar jenazah ditemukan.

Tri Winarno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, menyatakan bahwa keluarga memutuskan untuk memindahkan lokasi pemakaman. Awalnya di Pemakaman Sambung Lor, kini diganti ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Syafiq dan juga untuk mengakomodasi lebih banyak pelayat yang ingin memberikan ucapan selamat jalan.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tantangan dalam Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!