Penurunan Permukaan Bulan Berimplikasi pada Gempa dan Eksplorasi Masa Depan
Bulan mengalam penyusutan yang berkelanjutan dan berdampak pada aktivitas seismik, termasuk gempa yang terjadi di permukaannya. Temuan ini berpotensi memengaruhi cara manusia mengeksplorasi Bulan di masa yang akan datang.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Sebuah studi yang dipublikasikan di The Planetary Science Journal mengungkapkan adanya aktivitas tektonik di Bulan melalui pemetaan yang cermat, menandai pentingnya temuan ini bagi eksplorasi luar angkasa.
Bumi dan Bulan sama-sama memiliki kekuatan tektonik, namun mekanismenya berbeda. Sementara kerak Bumi terbagi menjadi lempeng-lempeng yang saling bergerak, Bulan tidak memiliki sistem lempeng dan justru memiliki kerak yang lebih statis.
Peregangan dan pengerutan kerak Bulan telah memunculkan struktur geologis yang dikenal sebagai lobate scarps. Struktur ini adalah punggungan yang menunjukkan adanya aktivitas tektonik yang telah berlangsung selama satu miliar tahun terakhir.
Studi sebelumnya oleh Tom Watters pada tahun 2010 telah menunjukkan bahwa Bulan menyusut secara bertahap. Penyusutan ini disebabkan oleh proses pendinginan internal yang menyebabkan permukaan mengerut, memicu terjadinya kompresi yang membentuk tebing-tebing berlekuk.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Bukti aktivitas tektonik mencakup punggung laut kecil (SMRs) yang teridentifikasi baru-baru ini. Strukturen ini dihasilkan dari gaya kompresi yang tersebar di área lunar maria.
Tim peneliti telah menyusun peta sistematis dari SMRs, yang memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana aktivitas tektonik berkembang di Bulan. Temuan ini juga membantu memahami implikasi dari penyusutan yang terjadi.
Dengan mengidentifikasi lokasi SMRs, para ilmuwan dapat memahami potensi lokasi gempa yang mungkin terjadi di tepi-tepi ini. Ini sangat penting untuk mempersiapkan misi eksplorasi di masa yang akan datang.
Temuan terkait aktivitas tektonik memiliki implikasi besar bagi misi eksplorasi Bulan di masa depan. Lokasi-lokasi gempa yang teridentifikasi dapat memberikan wawasan baru mengenai struktur interior Bulan.
Cole Nypaver, seorang peneliti di bidang ini, menyatakan, "Kita berada di masa yang sangat menarik bagi ilmu pengetahuan dan eksplorasi bulan." Memahami lebih baik aktivitas seismik ini akan membantu meminimalisir risiko bagi astronaut yang menjelajahi Bulan.
Peta sumber gempa yang diperluas memberikan peluang bagi ilmuwan untuk mendedah lebih dalam tentang perilaku tektonik Bulan. Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi setiap misi yang melibatkan eksplorasi di Bulan.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: