Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 13:49 WIB

Dentuman Keras Terdengar di Cirebon, Diduga Akibat Meteor

Author

Dentuman Keras Terdengar di Cirebon, Diduga Akibat Meteor

Pada Minggu, 5 Oktober 2025, dentuman keras menggegerkan warga Cirebon dan sekitarnya, menimbulkan kepanikan saat suara itu menggema di langit.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung

Pakar dari Observatorium Bosscha menyatakan bahwa suara tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh meteor yang jatuh di Laut Jawa.

Fenomena Dentuman Keras dan Sonic Boom

Dentuman yang terdengar di Cirebon memiliki karakteristik yang mirip dengan sonic boom. Kejadian ini biasanya terjadi saat meteor bergerak dengan kecepatan melebihi suara, sehingga menciptakan dentuman ultrasonik.

Suara ledakan tersebut dihasilkan dari pecahnya material meteor ketika melewati atmosfer akibat gesekan yang sangat tinggi, yang akhirnya menghasilkan suhu ekstrem. Energi dari ledakan ini dapat merambat hingga mencapai permukaan Bumi.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Ukuran Meteor dan Perbandingan Dengan Kejadian Sebelumnya

Agus Triono Puri Jatmiko menyatakan bahwa meteor yang melintasi langit Cirebon diperkirakan memiliki diameter antara 3 hingga 5 meter. Untuk menambah konteks, meteor yang sebelumnya melintasi Bone, Sulawesi Selatan pada tahun 2009, berukuran sekitar 10 meter.

Meteor Chelyabinsk di Rusia, yang terjadi pada tahun 2013, memiliki ukuran jauh lebih besar, yaitu 17 meter. Agus memperkirakan, "Meteor Cirebon termasuk kecil jika dibandingkan dengan dua kejadian sebelumnya," jelasnya.

Dampak dari Jatuhnya Meteor di Cirebon

Menurut Agus, dampak dari meteor berukuran kecil ini di lautan tergolong minimal. Meteor dengan diameter 3-5 meter diperkirakan akan mengecil saat memasuki atmosfer, sehingga potensi dampaknya berkurang.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa potensi bahaya tetap ada. "Jika meteor ini meledak dengan energi besar pada ketinggian rendah, pastinya gelombang kejutnya bisa merusak bangunan dan melukai manusia," ungkapnya. Dan dia menambahkan bahwa sulit untuk memprediksi kejadian semacam ini, terutama karena tidak semua asteroid besar terdeteksi lebih awal.

Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU