Misi penjelajahan Mars milik NASA, Perseverance, baru saja mengungkap penemuan signifikan mengenai batuan yang tidak berasal dari Planet Merah, yang dinamakan Phippsaksla.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Penemuan ini teridentifikasi di Kawah Jezero saat rover tersebut menyelidiki area Vernodden, mengungkap adanya elemen yang biasanya terdapat di inti Bumi.
Deskripsi Penemuan Batuan Phippsaksla
Batuan Phippsaksla memiliki diameter sekitar 78 cm dan ditemukan dalam keadaan yang mencolok di antara batuan lain di Kawah Jezero.
Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, melalui sebuah unggahan di blognya, mencatat bahwa batu ini kemungkinan besar merupakan meteorit dengan elemen yang mirip dengan besi-nikel.
Analisis awal menunjukkan bahwa jenis batuan ini sering ditemukan pada inti asteroid berukuran besar dan memiliki kesamaan dalam komposisi dengan inti planet Bumi.
Batu ini menjadi fokus utama penelitian karena bentuknya yang khas dan keberadaannya yang tidak lazim di permukaan Mars.
Metode Analisis dan Verifikasi Penemuan
Untuk memverifikasi temuan ini, Perseverance menggunakan instrumen SuperCam, yang dapat memeriksa batuan dan tanah menggunakan teknologi kamera, laser, dan spektrometer.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Penggunaan SuperCam memungkinkan tim ilmuwan untuk mengukur sifat cahaya yang dipantulkan dan menentukan komposisi kimia dari batuan tersebut.
Meskipun penemuan meteorit bukanlah hal baru dalam eksplorasi Mars, pencapaian ini terbilang signifikan bagi misi Perseverance.
NASA menjelaskan bahwa meski delapan batuan serupa pernah ditemukan oleh rover sebelumnya, lokasi pendaratan saat ini memberikan konteks baru pada studi komposisi meteorit di Mars.
Signifikansi Penemuan dan Penelitian Lanjutan
Walaupun pekerjaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan identifikasi Phippsaksla sebagai meteorit, penemuan ini mencatatkan Perseverance dalam sejarah eksplorasi Mars.
Sejak awal, Perseverance ditugaskan untuk mencari bahan kimia yang berkaitan dengan kehidupan masa lalu di Mars, di samping misi penelitiannya yang lebih luas.
NASA mencatat bahwa sebelumnya telah ditemukan tanda-tanda kehidupan di sampel batuan dasar sungai kuno di lokasi yang sama, menambah nilai penelitian di Kawah Jezero.
Konfirmasi lebih lanjut mengenai sifat sebenarnya dari Phippsaksla diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang sejarah dan geologi Planet Merah.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: