Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 11:20 WIB

Pemerintah Indonesia Berkomitmen Tutup Keran Impor Ilegal untuk Dukung UMKM

Author

Pemerintah Indonesia Berkomitmen Tutup Keran Impor Ilegal untuk Dukung UMKM

Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan rencana untuk menutup keran impor ilegal dan produk white label, langkah yang dinilai penting untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di dalam negeri.

Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa langkah tersebut adalah kunci agar UMKM dapat bersaing secara adil di pasar domestik.

Lonjakan Impor Pakaian Bekas dan Dampaknya pada UMKM

Dalam lima tahun terakhir, impor pakaian bekas ke Indonesia mengalami lonjakan signifikan, naik dari 7 ton pada tahun 2021 menjadi 3.600 ton pada tahun 2024.

Hingga Agustus 2025, volume impor pakaian bekas tercatat mencapai 1.800 ton, yang menyebabkan banyak UMKM kesulitan bertahan akibat persaingan tidak sehat.

Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa kehadiran barang-barang impor membuat UMKM lokal sulit mendapatkan tempat di pasar, karena produk luar bisa masuk tanpa melalui serangkaian sertifikasi wajib yang diperlukan bagi produk lokal.

Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban

Tantangan dalam Mengatur Produk White Label

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan dalam menertibkan produk white label, yaitu barang yang diproduksi massal tanpa merek dan diberi label di Indonesia.

Maman menegaskan bahwa produk white label lebih kompleks untuk diatur karena sering kali tidak jelas mengenai asal-usul dan kualitasnya.

Ia mencatat bahwa produk lokal, yang harus melewati berbagai perizinan seperti NIB, sertifikasi halal, PIRT, SNI, dan BPOM, tidak mendapatkan persaingan yang adil dibandingkan dengan produk white label.

Rencana Pengetatan Regulasi dan Peluang untuk UMKM

Menghadapi kondisi ini, Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan pengetatan besar-besaran terhadap jalur impor ilegal dan produk white label dalam waktu dekat.

Ia mengusulkan keinginan untuk menciptakan 'playing fair' di pasar Indonesia dengan dukungan dari berbagai kementerian terkait.

Pengetatan ini juga akan mencakup produk lain seperti buah-buahan dan aksesoris, termasuk jam tangan, untuk memastikan bahwa pasar Indonesia lebih bersih sebelum peluncuran produk lokal.

Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU