Senin, 29 DESEMBER 2025 • 10:04 WIB

Kemenpar Siap Dukung Pasca Insiden Kapal di Labuan Bajo

Author

Kemenpar Siap Dukung Pasca Insiden Kapal di Labuan Bajo

Kapal wisata Phinisi Putri Sakina tenggelam di Selat Padar, Labuan Bajo, pada 26 Desember 2025. Musibah ini mengakibatkan empat wisatawan asal Spanyol dinyatakan hilang, sementara tujuh penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Kementerian Pariwisata segera mengambil langkah cepat dengan menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mengelola situasi tersebut.

Koordinasi Segera setelah Insiden

Setelah menerima laporan mengenai tenggelamnya kapal, Kementerian Pariwisata langsung membentuk tim koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Basarnas. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

Dalam pernyataannya, Menteri Widiyanti menegaskan, "Kami telah mengirimkan Staf Ahli Menteri serta pejabat Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores untuk secara langsung memantau dan berkoordinasi dengan operasi pencarian dan penyelamatan yang dilaksanakan oleh Basarnas di lapangan."

Tindakan ini diambil untuk memaksimalkan efisiensi pencarian dan memastikan semua pihak bekerja sama dalam mengatasi masalah ini.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Dukungan Terhadap Keluarga Korban

Kementerian Pariwisata juga aktif memberikan dukungan kepada keluarga para korban yang hilang. Koordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta dilakukan untuk memastikan informasi yang tepat dan cepat.

"Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta profesional tim penyelamat Indonesia," ungkap Menteri Widiyanti.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan ketenangan kepada keluarga korban sambil menunggu hasil pencarian lebih lanjut.

Operasi Pencarian Berlangsung

Tim SAR ditugaskan untuk melaksanakan operasi pencarian selama tujuh hari mendatang, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca. Kementerian Perhubungan juga mengeluarkan larangan sementara terhadap pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo.

Kementerian Pariwisata menegaskan komitmen mereka terhadap keselamatan wisatawan dengan berupaya menjamin transparansi dan tanggung jawab dalam penanganan insiden ini.

Dengan pendampingan dari berbagai pihak, usaha pencarian dan penyelamatan menjadi prioritas utama dalam situasi ini.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU