Jumlah wisatawan domestik yang berlibur ke Bali pada periode Natal dan Tahun Baru 2026 menunjukkan penurunan yang signifikan. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan bahwa pengurangan penerbangan domestik menjadi faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Koster menjelaskan bahwa banyak pesawat mengalami perawatan, termasuk armada Garuda Indonesia dan Citilink, yang berdampak pada ketersediaan kursi penerbangan. Hal ini terlihat dari data jumlah rute dan frekuensi penerbangan yang menurun dibandingkan tahun lalu.
Pengurangan Penerbangan ke Bali
Gubernur Wayan Koster mengungkapkan bahwa jumlah penerbangan domestik turun menjadi 11 penerbangan, berkurang dari 13 penerbangan tahun sebelumnya. Rute domestik juga mengalami penurunan dari 25 menjadi 23 rute, yang menyulitkan banyak wisatawan untuk mendapatkan kursi penerbangan.
Menurut Koster, penurunan ini berkaitan langsung dengan kondisi armada dari maskapai besar. "Pesawat Garuda dan Citilink sedang maintenance," ujarnya ketika melakukan peninjauan di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada akhir Desember 2025.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia
Dampak Cuaca Terhadap Pariwisata
Selain masalah penerbangan, cuaca buruk menjadi faktor penyebab turunnya angka kunjungan. "Curah hujan tahun ini lebih tinggi, sehingga aktivitas wisata di luar hotel ikut menurun," tutur Koster, merujuk pada suasana libur Nataru tahun ini yang lebih sepi dibandingkan tahun lalu.
Kondisi iklim yang tidak mendukung membuat wisatawan enggan melakukan aktivitas luar ruangan, yang selanjutnya berdampak pada total kunjungan. Dengan demikian, pengurangan penerbangan dan cuaca ekstrem menjadi dua isu utama yang dihadapi sektor pariwisata Bali.
Perubahan Minat Wisatawan Domestik
Koster juga menjelaskan bahwa ada pergeseran minat wisatawan domestik ke destinasi lain, khususnya Pulau Jawa. Aksesibilitas yang lebih baik berkat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, membuat banyak wisatawan memilih liburan ke daerah tersebut. "Banyak yang memilih liburan ke daerah lain, terutama di Jawa karena akses tolnya bagus," ungkap Koster.
Meskipun begitu, Bandara I Gusti Ngurah Rai masih mencatat peningkatan pergerakan penumpang. Selama periode 15-27 Desember 2025, bandara ini melayani sekitar 885 ribu penumpang dengan rata-rata 427 pergerakan pesawat per hari, yang menunjukkan aktivitas penerbangan tetap tinggi meskipun ada kendala.
Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: