Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Badai Salju Memaksa Ribuan Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

Author

Badai Salju Memaksa Ribuan Penumpang Terjebak di Bandara Jepang

Badai salju ekstrem baru saja melanda Hokkaido, Jepang, menyebabkan gangguan besar pada transportasi dan mengakibatkan sekitar 7.000 orang terjebak di Bandara New Chitose.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Fenomena cuaca ini berlangsung dari 25 hingga 26 Januari 2026, memicu pembatalan penerbangan dan layanan kereta yang menghentikan mobilitas banyak orang di wilayah tersebut.

Dampak Hujan Salju Terhadap Transportasi

Hujan salju yang tercatat sangat lebat di Hokkaido memunculkan laporan salju setebal 64 cm di distrik Chuo, Sapporo dalam 48 jam. Ini menjadikannya hujan salju terberat yang tercatat sejak Maret 1999.

Gangguan yang signifikan terjadi, termasuk pembatalan penerbangan oleh maskapai Japan Airlines dan All Nippon Airways serta penutupan ruas jalan tol menuju Sapporo. Akibatnya, banyak penumpang terpaksa menginap di bandara tanpa pilihan transportasi lain.

Operator kereta api Hokkaido Railway Co juga mengkonfirmasi bahwa layanan kereta di sekitar Sapporo dibatalkan hingga siang hari pada 26 Januari. Data menunjukkan sebanyak 545 layanan kereta dibatalkan pada hari tersebut.

Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern

Kondisi di Bandara New Chitose

Di Bandara New Chitose, situasi dijelaskan sebagai 'level bencana', dengan banyak keluhan di media sosial dari orang-orang yang terperangkap. Bandara tersebut dilaporkan penuh sesak dengan penumpang.

Para wisatawan yang tiba di bandara untuk bermain ski terpaksa menunda rencana mereka karena tidak adanya moda transportasi alternatif. Sekitar 7.000 penumpang terjebak di dalam bandara akibat pembatalan layanan kereta.

Lebih buruk lagi, layanan bus menuju Sapporo juga dibatalkan akibat badai salju yang menyulitkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan.

Upaya Penanganan oleh Otoritas Setempat

Otoritas setempat secara cepat mengimplementasikan langkah bantuan dengan menyediakan lebih dari 1.000 selimut bagi para pengungsi di dalam bandara. Infrastruktur tambahan seperti lorong bawah tanah Chikaho yang terhubung dengan Stasiun Kereta Bawah Tanah Sapporo juga dikerahkan.

Selain itu, pihak berwenang melakukan pembersihan salju dan aktivitas lainnya untuk merespons situasi darurat ini. Namun, tantangan untuk memulihkan transportasi masih menjadi isu utama.

Masyarakat juga memanfaatkan media sosial untuk melaporkan kondisi dan meminta bantuan, menciptakan saluran komunikasi selama situasi darurat ini.

Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU