Tanggapan Pemerintah Terkait Keluhan Motor Brebet Setelah Mengisi Pertalite di Jawa Timur
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan respons atas keluhan pengguna motor yang mengalami masalah setelah mengisi bahan bakar Pertalite di Jawa Timur. Keluhan ini meluas dari daerah Tuban hingga Malang, dengan banyak pengguna melaporkan kendaraan mereka bermasalah saat berkendara.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah menurunkan tim untuk melakukan verifikasi terhadap laporan masyarakat tersebut. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi penyebab masalah yang dialami pengguna, terutama yang terkait dengan kualitas bahan bakar.
Kasus motor bermasalah atau 'brebet' dimulai dari daerah Tuban dan Bojonegoro, lalu menyebar ke wilayah lain seperti Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Pengguna motor melaporkan bahwa kendaraan mereka terasa tersendat saat digas, bahkan ada yang mogok.
Salah satu warga Surabaya, Erik, berbagi pengalamannya, "Brebet gitu sejak dua minggu lalu, tetapi tetap saya pakai ke mana-mana. Dan tetap beli bensin juga." Pengalaman Erik mencerminkan banyaknya keluhan yang diterima oleh pihak berwenang.
Mekanik di bengkel bengkel juga mengungkapkan keanehan ketika mencium bau bahan bakar Pertalite pada motor pelanggan yang mengalami kerusakan. Rudi Hartono, seorang mekanik, menyatakan, "Banyak yang mogok, brebet injeksinya. Seperti kehabisan bensin padahal bensinnya masih ada."
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Menanggapi keluhan tersebut, Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya telah menugaskan tim untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi fakta. "Saya sudah turunkan timnya, nanti mungkin sore saya balik sudah dapat laporannya," ujarnya saat meresmikan proyek di Sulawesi Utara.
Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) juga dilibatkan dalam tim ini untuk memeriksa kualitas bahan bakar yang digunakan oleh masyarakat. "Saya sudah, lagi cek ya di Lemigas kebenarannya dan saya minta laporannya," tambah Bahlil.
Tindakan cepat ini diharapkan dapat memberikan solusi dan kepastian kepada pengguna terkait masalah yang dialami. Evaluasi dari hasil pemeriksaan ini akan menjadi dasar untuk langkah selanjutnya.
PT Pertamina (Persero) merespons situasi ini dengan membuka posko pengaduan di beberapa lokasi untuk menampung keluhan masyarakat mengenai bahan bakar Pertalite. Posko pengaduan dibuka di 15 titik di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan daerah sekitarnya.
Laporan yang diterima di posko ini akan menjadi bagian dari evaluasi dan tindak lanjut untuk menjamin kualitas bahan bakar yang dijual. Pertamina menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan bahan bakar di tengah keluhan pengguna.
Pendirian posko pengaduan ini diharapkan dapat memberikan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan masalah dan mendapatkan informasi yang diperlukan terkait solusi yang diambil.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: