Siapa yang tidak kenal lontong balap? Makanan khas Surabaya ini bukan hanya sekadar hidangan biasa, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya kota pahlawan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Dengan cita rasa yang nikmat dan paduan bumbu yang pas, lontong balap berhasil memikat hati banyak orang, baik yang tinggal di Surabaya maupun di luar kota.
Asal Usul Lontong Balap
Lontong balap pertama kali dikenal di Surabaya dan menjadi salah satu hidangan yang sangat populer sejak lama. Konon, nama 'balap' diambil dari cara penyajiannya yang cepat, mirip dengan balapan.
Hidangan ini biasanya dihidangkan dengan berbagai pelengkap seperti tahu, tempe, dan kecambah. Setiap daerah di Surabaya bahkan memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajian lontong balap.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi
Bahan Utama dan Cara Membuat
Bahan utama lontong balap meliputi lontong, tauge, tahu, tempe, dan bumbu kacang. Proses pembuatan lontong sangat penting, karena lontong yang baik harus nasi pulen yang diolah dengan cara dipadatkan dan dikukus.
Setelah lontong siap, biasa ditambahkan tauge yang direbus, tahu, dan tempe yang digoreng hingga kecokelatan. Bumbu kacang yang menjadi ciri khas diblender halus kemudian disiramkan di atasnya.
Ritual Makan Lontong Balap
Makan lontong balap bukan hanya sekadar menikmati rasa, tetapi juga merupakan ritual sosial yang dilakukan secara bersama-sama. Hidangan ini biasanya dinikmati dalam suasana santai, bersama keluarga atau teman-teman.
Di Surabaya, ada beberapa tempat legendaris yang menawarkan lontong balap yang terkenal dengan rasa dan kesegarannya, seperti di kawasan Kembang Jepun. Makan lontong balap di sana menjadi salah satu pengalaman yang harus dicoba.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: