Hyundai Motors Indonesia mengonfirmasi bahwa peluncuran model baru, termasuk Ioniq 9, ditunda akibat persaingan harga yang ketat dari merek-merek mobil China.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Presiden Direktur Hyundai Motor Indonesia, Juhun Lee, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menyesuaikan diri dengan situasi pasar yang tengah kompetitif.
Alasan Penundaan Peluncuran
Hyundai Motors Indonesia menyatakan bahwa faktor utama penundaan peluncuran Ioniq 9 adalah perang harga yang disebabkan oleh invasi produk mobil China.
Juhun Lee menegaskan, 'Tetapi kami membatalkan beberapa model ke sini, sebagian EV. Seperti Anda tahu, Ioniq 9, kami tidak membawa model itu dalam waktu dekat, karena, seperti saya bilang, kompetisi harga sangat keras, karena invasi merek China.'
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi
Kondisi Pasar Otomotif
Di tengah persaingan yang semakin ketat, beberapa merek mobil China mulai menawarkan harga yang sangat menarik. Contohnya, SUV listrik Jaecoo J5 dijual dengan harga mulai Rp249,9 juta, yang lebih terjangkau dibanding Toyota Veloz dan Honda WR-V.
“Harga memenangkan permainan,” ungkap Lee, yang menekankan pentingnya harga sebagai faktor penentu dalam keberhasilan penjualan di pasar otomotif Indonesia.
Dampak terhadap Hyundai
Saat ini, Hyundai dalam posisi 'wait and see', menunggu untuk menilai apakah konsumen akan terus memilih produk dengan harga lebih rendah.
Walaupun Hyundai sudah menjadi pelopor mobil listrik di Indonesia dan telah membangun ekosistem produksi yang kuat, tantangan dari merek-merek baru mulai terasa dan mempengaruhi strategi mereka.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: