Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 01:36 WIB

Kue Keranjang: Simbol Tradisi yang Tak Terpisahkan dari Imlek

Author

Kue Keranjang: Simbol Tradisi yang Tak Terpisahkan dari Imlek

Kue keranjang muncul sebagai hidangan yang wajib ada dalam setiap perayaan Imlek. Hidangan ini selain menjadi makanan, juga sarat dengan makna simbolis bagi mereka yang merayakannya.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Menghadirkan suasana hangat dan penuh harapan, kue keranjang sering menjadi salah satu bagian penting dalam kebersamaan keluarga saat merayakan tahun baru Tionghoa.

Sejarah dan Asal Usul Kue Keranjang

Kue keranjang, atau dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai 'Nian Gao', memiliki sejarah yang panjang dalam tradisi Tiongkok, telah ada selama ribuan tahun. Nama 'Nian' berarti tahun dan 'Gao' berarti kue, jadi ini bisa diartikan sebagai kue tahun baru.

Dahulu, kue ini dibuat untuk dijadikan persembahan kepada dewa dan leluhur, dengan harapan membawa berkah bagi seluruh keluarga. Kini, kue keranjang telah mengubah fungsi menjadi simbol ritual kebersamaan dalam merayakan Imlek.

Setiap bahan yang digunakan dalam kue keranjang memiliki arti tersendiri, seperti ketan yang melambangkan kekuatan dan ketahanan. Proses pembuatannya yang rumit juga mencerminkan nilai kerja keras dan keberanian.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR

Simbolisme Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek

Kue keranjang dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran oleh masyarakat Tionghoa. Pada tanggal 1 Imlek, biasanya keluarga berkumpul untuk menikmati kue ini sebagai simbol harapan akan tahun yang lebih baik.

Dalam tradisi ini, berbagi kue keranjang dengan anggota keluarga melambangkan persatuan dan eratnya hubungan antar anggota. Setiap potongan yang dibagikan menjadi harapan untuk menguatkan ikatan tersebut.

Selain dibagikan dalam keluarga, kue keranjang juga sering diberikan kepada teman dan tetangga. Tindakan ini merupakan cerminan dari sikap saling berbagi, mempererat hubungan sosial di dalam komunitas saat perayaan.

Variasi Kue Keranjang di Berbagai Daerah

Kue keranjang meski memiliki bentuk dan bahan dasar yang serupa, setiap daerah di Indonesia memiliki variasi yang unik. Di Jakarta, misalnya, penyajian kue ini seringkali dilengkapi dengan kelapa parut yang memberi tambahan rasa gurih.

Sementara di Bali dan Medan, variasi kue ini juga ada yang mencampurkan bahan lokal seperti pisang atau kacang. Keberagaman ini menampilkan kreativitas masyarakat dalam merayakan dan menghormati tradisi yang ada.

Variasi-variasi kue keranjang tersebut membuat perayaan Imlek menjadi semakin kaya akan rasa dan budaya, serta membentuk ciri khas masing-masing daerah yang memperkaya tradisi tersebut.

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU