Prediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik Hingga 2026: Dampaknya pada Pasar dan Pengguna
Harga komponen elektronik, termasuk memori DRAM, diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026 mendatang. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada RAM dan SSD, tetapi juga pada perangkat lain seperti router dan set-top box.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Analisis dari Counterpoint Research menyebutkan bahwa kondisi kenaikan harga ini akan berlangsung setidaknya sampai Juni 2026, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada paruh pertama tahun tersebut.
Dalam satu tahun terakhir, harga memori jenis DRAM telah melonjak lebih dari 600%. Meskipun fokus utama adalah pada RAM dan SSD, analisis juga menunjukkan bahwa router dan set-top box akan mengalami kenaikan harga.
Lembaga Riset Counterpoint mencatat harga memori untuk smartphone naik tiga kali lipat selama sembilan bulan terakhir. Sementara itu, produk broadband berbasis memori untuk konsumen mengalami kenaikan hampir tujuh kali lipat.
Kondisi ini memberikan tantangan bagi perusahaan telekomunikasi yang berencana meluncurkan layanan broadband berbasis fiber atau fixed wireless pada 2026. Oleh karena itu, pemantauan cermat terhadap kenaikan harga sangat penting untuk perencanaan strategi penjualan yang efisien.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Counterpoint juga memprediksi bahwa pengiriman smartphone secara global akan menyusut sebesar 2,1% pada tahun 2026. Analisis tersebut memperkirakan bahwa harga handphone akan naik hingga 6,9%, yang tidak lepas dari biaya komponen perakitan.
Saat ini, komponen smartphone kelas bawah tercatat mengalami kenaikan biaya sekitar 25% dibandingkan awal tahun. Di sisi lain, ponsel kelas menengah mengalami kenaikan biaya BOM sekitar 15%, dan smartphone flagship naik sekitar 10%.
Kenaikan harga bahan baku ini menjadi perhatian serius bagi berbagai produsen perangkat. Dengan biaya yang terus meningkat, produsen harus menyesuaikan strategi mereka untuk dapat bersaing di pasar.
Menurut Counterpoint, jika tren harga komponen berlanjut hingga kuartal kedua 2026, biaya BOM berpotensi mengalami kenaikan tambahan antara 8% hingga 15%. Ini menjadi tantangan bagi para produsen dalam mengelola biaya dan penetapan harga produk.
Penting bagi perusahaan telekomunikasi dan produsen untuk mengidentifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang telah mengamankan pasokan yang cukup. Mereka juga harus memahami dinamika harga yang terus berubah di pasar.
Dengan memperhatikan tren ini, diharapkan perusahaan di sektor telekomunikasi dapat merencanakan strategi yang tepat untuk menghadapi lonjakan harga serta permintaan konsumen yang terus berkembang.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: