Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 21:13 WIB

Lelang Frekuensi Radio untuk Internet Murah Dimulai Pekan Depan

Author

Lelang Frekuensi Radio untuk Internet Murah Dimulai Pekan Depan

Pekan depan, lelang untuk frekuensi radio demi menyediakan program internet murah dengan kecepatan sampai 100 Mbps akan dilaksanakan. Komisi Penyiaran Indonesia (Komdigi) telah mengonfirmasi peserta yang akan terlibat dalam proses ini.

Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia

Pendaftaran untuk mengikuti lelang frekuensi 1,4 GHz dibuka sejak Juli 2025, dan hanya tiga perusahaan yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi. Perusahaan tersebut adalah Telkom, Telemedia Komunikasi Pratama, dan MyRepublic.

Proses Seleksi dan Lelang Frekuensi

Pendaftaran lelang frekuensi 1,4 GHz resmi dimulai sejak Juli, dengan tujuh perusahaan awalnya melamar. Setelah melakukan pemeriksaan dokumen, Komdigi mengesahkan hanya tiga di antaranya yang memenuhi syarat.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Telkom Indonesia, PT Telemedia Komunikasi Pratama, dan PT Eka Mas Republik yang memiliki merek MyRepublic. Hingga batas waktu pendaftaran, tidak ada sanggahan terhadap evaluasi dokumen yang dilakukan.

Dengan tidak adanya sanggahan, proses seleksi dapat melanjutkan ke tahap lelang harga. Lelang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025, menggunakan sistem e-Auction.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Tujuan dan Manfaat Program Internet Murah

Frekuensi yang dilelang mencakup spektrum selebar 80 MHz dalam rentang 1432 MHz hingga 1512 MHz, khusus untuk layanan Fixed Wireless Access. Langkah ini ditujukan untuk memperluas jangkauan internet serta mendukung pemerataan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan, 'Langkah ini tidak hanya membuka ruang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan.' Hal ini diharapkan dapat memberikan akses internet lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dengan adanya program ini, diharapkan kebutuhan internet yang semakin meningkat dapat dipenuhi, serta meningkatkan kualitas layanan komunikasi di tanah air.

Syarat dan Regional Seleksi Layanan

Peserta yang ingin berpartisipasi dalam lelang harus merupakan penyelenggara telekomunikasi yang memiliki izin usaha jaringan tetap berbasis fiber optik dan izin BWA. Mereka diwajibkan mengajukan proposal teknis yang mencantumkan target jumlah rumah tangga yang akan mendapatkan layanan dengan kecepatan minimal 100 Mbps dalam jangka waktu lima tahun.

Proses seleksi juga mempertimbangkan tiga regional berbeda, yang masing-masing memiliki zona frekuensi tersendiri. Wilayah yang menjadi objek seleksi mencakup berbagai provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Hal ini bertujuan untuk memastikan layanan internet terjangkau dan dapat diakses secara merata di seluruh penjuru negeri.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU