Kamis, 29 JANUARI 2026 • 14:30 WIB

Lonjakan Unduhan Aplikasi UpScrolled Pasca Pergantian Kepemilikan TikTok di AS

Author

Lonjakan Unduhan Aplikasi UpScrolled Pasca Pergantian Kepemilikan TikTok di AS

Aplikasi media sosial UpScrolled mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah unduhan setelah TikTok berganti kepemilikan di Amerika Serikat.

Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik

Dalam waktu singkat, yakni dari Kamis hingga Sabtu pekan lalu, UpScrolled mencatat sekitar 41.000 unduhan, hampir sepertiga dari total unduhan sejak diluncurkan.

Latar Belakang Aplikasi UpScrolled

UpScrolled adalah platform media sosial yang didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, seorang insinyur with latar belakang dari Palestina, Yordania, dan Australia.

Sebelum menciptakan aplikasi ini, Hijazi memiliki pengalaman kerja di perusahaan teknologi besar seperti IBM, Oracle, dan Hitachi.

Visi UpScrolled adalah menciptakan komunitas digital yang mendukung kebebasan berekspresi tanpa intervensi algoritma yang tidak terlihat.

Aplikasi ini menawarkan fitur yang memungkinkan pengguna berbagi foto, video, dan teks, menggabungkan elemen dari Instagram dan X dengan fokus pada transparansi.

Dampak Pergantian Kepemilikan TikTok

Setelah TikTok menyelesaikan kesepakatan dengan konsorsium investor non-China pada 22 Januari 2026, penggunaan UpScrolled meningkat secara drastis.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia

TikTok kini beroperasi sebagai usaha patungan yang mayoritas dimiliki oleh investor Amerika, dengan ByteDance memegang kurang dari 20 persen saham.

Menurut laporan dari TechCrunch, tiga investor utama dalam usaha patungan TikTok di AS termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX dari Abu Dhabi, masing-masing memegang sekitar 15 persen saham.

Perubahan struktur kepemilikan ini memunculkan kekhawatiran pengguna tentang kebijakan privasi dan moderasi konten yang akan diterapkan.

Alternatif dan Respons Pengguna

Banyak pengguna yang khawatir tentang kebijakan baru TikTok mulai beralih ke platform alternatif seperti UpScrolled.

Issam Hijazi, dalam pernyataannya, menggarisbawahi tujuan UpScrolled untuk mengembalikan kontrol kepada pengguna, bukan kepada perusahaan besar.

UpScrolled menegaskan bahwa mereka tidak menerapkan praktik shadowban, yang biasa digunakan untuk membatasi jangkauan konten secara diam-diam.

Prinsip transparansi algoritma dan kebijakan konten menjadi pilar penting bagi UpScrolled, sejalan dengan harapan pengguna akan privasi dan kebebasan berekspresi.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU