Kaspersky telah mengungkapkan kehadiran malware baru bernama Keenadu yang mengincar perangkat Android, terutama tablet.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Keenadu dapat menyebar melalui jalur yang beragam, termasuk aplikasi yang terdapat di Google Play, dan telah menginfeksi lebih dari 13.000 perangkat hingga Februari 2026.
Metode Infeksi dan Bahaya Keenadu
Keenadu berfungsi sebagai alat penipuan, menjadikan perangkat yang terinfeksi sebagai bot yang secara otomatis mengklik tautan iklan. Kaspersky mengingatkan bahwa varian tertentu dari malware ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan perangkat secara penuh.
Salah satu varian paling berbahaya terintegrasi ke dalam firmware beberapa model tablet Android sejak tahap rantai pasokan. Varian ini berfungsi sebagai pintu belakang, memungkinkan penyerang untuk menginfeksi aplikasi lain dan memberikan izin akses tanpa sepengetahuan pengguna.
Keenadu dapat mengakses data sensitif pengguna, seperti pesan, media, kredensial perbankan, dan aktivitas pencarian di Chrome. Juga, malware ini memiliki mekanisme untuk tidak aktif jika perangkat menggunakan bahasa dan zona waktu China.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Varian dan Dampak pada Sistem
Varian lain dari Keenadu ditemukan tertanam dalam aplikasi sistem, meski fungsinya lebih terbatas. Hal ini tetap memungkinkan malware untuk menyisipkan aplikasi tambahan secara diam-diam.
Kaspersky menemukan Keenadu pada aplikasi sistem pembuka kunci wajah, berisiko mengekspos data biometrik pengguna. Keberadaan malware dalam aplikasi yang seharusnya aman sangat mengkhawatirkan.
Beberapa aplikasi kamera rumah pintar, yang pernah tersedia di Google Play, juga terinfeksi oleh Keenadu. Aplikasi ini diunduh lebih dari 300.000 kali sebelum dihapus, meninggalkan pengguna dalam ketidaktahuan tentang infestasi malware.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Kaspersky menganjurkan pengguna untuk memanfaatkan solusi keamanan terpercaya dan rutin melakukan pembaruan firmware perangkat. Selain itu, disarankan agar pengguna menonaktifkan aplikasi sistem yang terindikasi terinfeksi.
Dmitry Kalinin, peneliti keamanan di Kaspersky, menegaskan, 'Malware yang sudah terpasang sebelumnya menjadi masalah mendesak pada banyak perangkat Android.' Ini menunjukkan pentingnya kesadaran pengguna terhadap potensi ancaman yang ada.
Tindakan pencegahan ini terutama penting bagi mereka yang baru menggunakan perangkat, agar terhindar dari infeksi semenjak awal penggunaan.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: