Kamis, 05 MARET 2026 • 21:04 WIB

Penyelidikan Korupsi Pengadaan Chip di Malaysia: Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui

Author

Penyelidikan Korupsi Pengadaan Chip di Malaysia: Fakta-Fakta yang Perlu Diketahui

Lembaga antikorupsi Malaysia saat ini tengah mengusut dugaan korupsi dalam kesepakatan teknologi yang bernilai 1,1 miliar ringgit atau sekitar Rp 4,7 triliun.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat

Investigasi ini melibatkan pemerintah Malaysia dan Arm Holdings, perusahaan desain chip asal Inggris, dengan fokus pada potensi penyalahgunaan wewenang.

Proses Penyidikan Oleh KPK Malaysia

Kepala Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC), Azam Baki, mengungkapkan bahwa sejauh ini 12 orang telah dipanggil untuk memberikan keterangan. Di antara mereka terdapat mantan menteri dan sejumlah pejabat dari kementerian ekonomi.

Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap indikasi korupsi dan pelanggaran dalam tata kelola yang terkait dengan kesepakatan tersebut.

Azam Baki menekankan pentingnya keadilan dalam proses penyidikan, memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan diperiksa secara menyeluruh dan transparan.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja

Kesepakatan Dengan Arm Holdings

Kesepakatan antara pemerintah Malaysia dan Arm Holdings diumumkan pada Maret 2025, di mana pemerintah menyetujui pembayaran sebesar US$250 juta selama sepuluh tahun. Pembayaran ini sebagai imbalan atas akses terhadap desain chip yang dibuat oleh Arm.

Desain chip yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh produsen semikonduktor lokal untuk meningkatkan perkembangan teknologi dalam negeri.

Dalam kesepakatan ini, perhatian khusus diberikan pada implementasi desain chip yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.

Dampak dan Relevansi Kerja Sama Internasional

Selain Malaysia, Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama dengan Arm Limited melalui Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara). Fokus kerja sama ini adalah pengembangan enam desain chip yang mengacu pada intelektual properti nasional.

Kerja sama tersebut melibatkan berbagai sektor strategis seperti otomotif dan Internet of Things (IoT), yang diharapkan dapat mendorong kemajuan industri teknologi di Indonesia.

Pengembangan ini diharapkan tidak hanya membawa manfaat bagi industri lokal tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU